Menjelang bulan puasa tahun ini, harga
telur itik ditingkat peternak naik menjadi Rp1.900 pertelur. Kenaikan
harga tersebut telah berlangsung seminggu terakhir. Kenaikan harga telur
tersebut disambut gembira oleh peternak itik di Pesisir Selatan.
Ahmad (62), peternak itik di Koto Tarok, Ampiang Parak Rabu
(11/6) mengatakan, sebelum mencapai harga Rp1900 harga yang ditawarkan
pedagang adalah Rp1400. Semenjak akhir hari raya lebaran tahun lalu
harga telur hanya berkisar antara Rp1100 sampai Rp1400 pertelur.
"Lalu pekan lalu ketika saya akan menjual telur kepada
pedagang, rupanya telur itik telah naik menjadi Rp1900. Memang kenaikan
itu sangat luar biasa dan kami amat senang dengan kenaikan harga
tersebut," kata pemilik itik sebanyak 3000 ekor tersebut.
Dikatakannya, produksi telur itik dengan sistim dikurung
atau dikandangkan sangat tergantung pada pakan. Memang selama ini,
peternak itik sangat kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pakan sementara
harga telur relatif rendah.
"Kebutuhan utama ternak itik adalah dedak, jagung dan
bahan sumber mineral, bahan bahan itu didapatkan dengan cara membeli ke
penggilingan padi dan kepada petani," katanya.
Selanjutnya, Safri (56) peternak itik berpindah pindah asal Bayang di
Sutera mengatakan, baginya kenaikan telur itik saat ini sangat membantu
para peternak, soalnya telah terjadi kenaikan harga bibit itik untuk
diternakkan dengan pola berpindah pindah.
"Kebetulan itik saya sebanyak 250 ekor sudah hampir memasuki
masa afkir, maka dengan kenaikan telur dapat membantu untuk membeli itik
baru," katanya menjelaskan.
Sementara Doyok (40) pedagang
telur itik mengatakan, kenaikan harga telur dipicu oleh tingginya
permintaan masyarakat terhadap telur itik menghadapi bulan puasa dan
lebaran.
"Biasanya kenaikan harga akan bertahan hingga lebaran. Selama
itu pula biasanya harga tidak bisa dipastikan. Tapi kenaikan harga saat
ini termasuk luar biasa," katanya menjelaskan.(09)
Sumber : http://www.pesisirselatankab.go.id
0 komentar:
Posting Komentar