Kababandasapuluah.blogspot.com. Muhammad dalam Kitab Suci Dunia adalah judul buku yang mengagumkan dari Maulana Abdul Haque
Vidiarthy, Lahore. Dalam buku ini pengarang dengan cendekia, setelah mengadakan
penelitian yang tekun selama lebih dari setengah abad, dan telah mengumpulkan
bukti-bukti dari kitab-kitab suci bermacam agama, serta nubuat mengenai
kedatangan dari Nabi Suci Muhammad s.a.w.
Maulana Abdul Haque Vidyarthi adalah cendekiawan peneliti terkemuka
yang sangat mendalam dalam abad modern di lingkup agama, dan beliau pembaca
teliti kitab klasik dalam bahasa Sanskerta, Ibrani, Arab, dan lain sebagainya,
mengajar dan menyiarkan Islam sepanjang hidupnya, menimbulkan kegelisahan dan
kegentaran melalui hujjahnya yang tak terkalahkan di kalangan pemikir pengajar
Arya serta pendeta Kristen dalam debat publik. Untuk menaksir pengetahuannya
yang sangat luas dalam pelajaran Weda, dapat kita ingat kembali di saat jalan
buntu terjadi antara para pendeta Arya Samaj dengan Sanatan Dharma Hindu
mengenai penafsiran suatu mantra Weda. Kedua golongan itu mendatangi Maulana
untuk mengambil keputusan atas perselisihan mereka itu, dan
menyerahkan kepada putusannya, yang pasti selalu ditunjang dengan alasan-alasan
yang kuat.
Mithaq an-Nabiyyin
Muhammad dalam Kitab-kitab Suci Dunia adalah penggelaran
yang sangat tajam dari ayat Quran berkenaan dengan Mithaq an-Nabiyyin (Perjanjian
para Nabi), buku yang serupa ini, bisa dicatat dengan pasti, tidak pernah
ditulis orang sepanjang empatbelas abad. Ayat suci ini terbaca sebagai
berikut:
“Dan tatkala Allah membuat perjanjian melalui para Nabi: Sesungguhnya apa yang Kami berikan kepada kamu berupa Kitab dan kebijaksanaan -lalu Utusan datang kepada kamu, membenarkan apa yang ada pada kamu, seharusnya kamu beriman kepadanya dan membantu dia. Ia berfirman: Apakah kamu membenarkan dan menerima perjanjian-Ku dalam (perkara) ini? Mereka berkata: Kami membenarkan. Ia berfirman: Maka saksikanlah dan Aku pun golongan yang menyaksikan bersama kamu. (3:81).
Allah
Ta'ala, dalam ayat ini, telah membuat gambaran dan melukiskan suatu adegan dari
dunia ruhani, di mana Dia telah memberikan kabar suka atas kedatangan
Nabi-Dunia, Guru terbesar kemanusiaan, dan telah meminta janji dari segala
bangsa dengan perantaraan para nabi mereka yang terpilih bahwa mereka harus
menerima beliau dengan tangan terbuka bila beliau muncul di pentas sejarah.
Dikatakan kepada mereka, bahwa gambaran yang menonjol dari Nabi besar
itu, yakni: bila setiap Nabi terdahulu itu akan memberikan kepada umatnya kabar
gembira akan kedatangannya, maka pada fihak lain, nabi besar itu, akan
membenarkan ketulusan dari semua nabi yang telah berlalu, dan membuatnya
sebagai doktrin utama keimanan agar para pengikutnya beriman kepada mereka.
Nabi dari Arabia.
Sejarah dunia mengungkap dengan jelas bahwa ada seorang Nabi
yang dimaksudkan, dan hanya beliau seorang yang memberikan jawaban lengkap atas
gambaran ini - yakni tentang Nabi Suci Muhammad. Quran Suci penuh dengan ayat-ayat
yang menekankan keimanan kepada semua nabi di dunia, dengan tidak memandang
kelas, warna kulit atau pun iklim. Sebaliknya, Yesus Kristus diriwayatkan telah
berkata :
"Aku
berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang
yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok" (Yohanes 10:7-8).
Musa, Daud, Sulaiman, Isaiah, Jeremiah, Daniel, Zakaria dengan
menyebut beberapa nama nabi yang berasal dari kaumnya sendiri, yakni Bani
Israil - apakah mereka semuanya itu pencuri dan perampok?
Keping-keping kebenaran.
Dengan mengabaikan kenyataan yang dimiliki oleh kitab-kitab
suci purba, yang dengan berlalunya waktu telah menderita pencemaran di tangan
penjaganya, toh keping-keping kebenaran masih terdapat di dalamnya. Adalah kewajiban
kaum Muslim untuk menata penelitian ke dalam kitab-kitab suci kuno, dan
menyelidiki nubuat yang menyangkut kedatangan Nabi besar Muhammad, dan
mengajak segala bangsa di dunia agar menerima dan mengimaninya. Tetapi
sungguh sangat disayangkan bahwa mereka tidak punya minat dalam perkara yang
sangat penting dan paling unggul ini. Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada
Maulana Abdul Haque Vidyarthi, yang pergi berkeliling dunia dalam tiga saat
berbeda-beda, mengunjungi perpustakaan besar di Amerika Serikat, Inggris,
Belanda dan negara-negara lain, serta meneliti dengan cermat kitab-kitab suci
dari bermacam-macam agama, dan mengumpulkan nubuat ini, serta menerbitkannya
dalam bukunya yang luar-biasa Muhammad in World Scriptures. Beliau telah
mempelajari secara intensif Weda dan Sastra Hindu yang lain-lain dari India,
Zend Avesta dan Dasatir dari Persia, kitab-kitab suci purba dari Mesir dan
Babylonia, buku-buku agama Buddha, dan manuskrip kuno dari Bibel, dan telah
mengutip dalam bukunya faksimili dari text aslinya dalam bahasa Sansekerta,
Ibrani, Yunani serta bahasa-bahasa lainnya, yang memberikan kabar gembira atas
datangnya Nabi-Dunia dari Arabia yang agung.
OM dari agama Hindu.
Sungguh menarik melihat betapa pengarang yang cerdas ini
menganalisa setiap ramalan dan mengangkatnya sebagai Nabi Suci dengan suatu
cara yang ajaib. Saya sungguh terpikat dengan keajaiban yang menggembirakan
ketika membaca tafsir Maulana atas formula penting dalam agama Hindu yakni OM.
Ada,
dalam bahasa-bahasa lain, singkatan sebagaimana dalam bahasa Arab. Quran Suci
telah menggunakan duapuluh-sembilan singkatan semacam ini, alif, lam, mim
adalah satu dari antaranya. Tetapi sayangnya ulama yang setengah matang
mengajarkan secara salah ke dunia ini bahwa singkatan itu adalah suatu tekateki
dan tak boleh diuraikan, sehingga meninggalkannya tanpa terjemahan. Kaum Arya
Samaj menangkap kesempatan ini dan melancarkan serangan bahwa ini adalah bentuk
distorsi dari agama Hindu OM. Para ulama dipermalukan dan bungkam oleh
pernyataan mereka sendiri yang mengada-ada, maka mulut mereka sendiri yang
disegel. Adalah Maulana Abdul Haque Vidyarthi yang maju ke depan serta
menyerang balik. Beliau berkata, mendebat ad homenem: jika alif, lam, mim itu
bentuk distorsi dari OM, marilah kita cari dan lihat apa sebetulnya OM itu dan
apa arti pentingnya? Maulana kemudian melanjutkan menganalisa OM ke dalam
komponen yang menjadi bagianbagiannya, dan lho, dari situ muncul suatu nubuat
yang meramalkan kedatangan Nabi Suci Muhammad.
Bhavishya
Purana.
Umat
Hindu cenderung mnganggap kaum Muslim sebagai umat yang kelasnya lebih rendah.
Tetapi Kitab-kitab Suci mereka, Weda dan Purana, berbicara tentang Nabi Islam
dan para pengikutnya dengan kata-kata yang penuh hormat dan tinggi. Cobalah
buka Bhavishya Purana, yang dikumpulkan oleh peramal dan orang suci terkemuka
Maha Rishi Vyasa. Suatu terjemahan bebas bahasa Inggris kita berikan di sini:
"Seorang
guru ruhani akan datang dari negeri asing. Muhammad (Muhammad) adalah
namanya. Raja, memandikan orang Arab yang ditemani malaikat ini dengan air suci
dari Gangga dan lima cairan yang mensucikan (panchgavya), memujanya
dengan penuh keimanan dan pengabdian, dan berkata: Saya membungkuk di
hadapanmu, wahai Anda yang menjadi Kebanggaan dari Umat Manusia,(namaste girijanath),
engkau yang penghuni gurun pasir (marusthalnivasnam), yang memberikan
kekuatan yang banyak sekali untuk menyembelih Setan; yang telah dijaga dari
musuh-musuhmu yang jahat. Wahai engkau manifestasi dari Dzat Yang Maha-unggul!
terimalah saya sebagai hamba-sahayamu, sebagai seorang yang jatuh di telapak
kakimu".2
Dalam ayat-ayat ini, Maha Rishi telah menggambarkan hal yang
bukan suatu peristiwa nyata melainkan suatu rukyah di mana Tuhan Yang
Maha-tinggi telah menunjuk kan kepadanya, ribuan tahun sebelumnya, dalam
penghormatan kepada suatu peristiwa besar, yakni, datangnya Nabi-Dunia, Guru
ruhani terbesar dari ras manusia.
Maha Rishi kemudian melanjutkan dengan menggambarkan secara
tertulis para sahabat dari Guru besar ini. Dia menulis:
1.
Para pengikut Muhammad akan
mengutamakan khitan (lingchhedi); memakai jenggot di dagu mereka
(samashrudhari); tak ada kuncir di rambut mereka (shikhaheena); dan melakukan
suatu revolusi yang luar biasa dalam dunia agama.
2.
Keyakinan mereka bukanlah perkara
yang disembunyikan, tetapi itu akan diserukan dengan keras (oonchalapi) dari
menara setiap masjid.
3.
Kecuali babi (vina keulam), mereka
akan makan semua binatang lain yang tayib dan halal (sarvbhakshi).
4.
Kaum Hindu menggunakan rumput
(kusha) dalam kurban sebagai suatu faktor pensucian, tetapi orang-orang ini
akan mensucikan diri mereka dengan sarana peperangan.
5.
Mereka akan disebut Musalman
(Musalwants), sebab mereka akan berperang melawan agama yang rusak dan tercemar
(dharmdooshkah).
6.
Dari Aku-lah agama orang-orang
pemakan daging ini, yakni, ini akan merupakan suatu agama yang diilhamkan dari
Tuhan.
Kitab-kitab Suci lainnya.
Dengan cara yang sama ajaibnya, pengarang yang cendekia ini
telah mengkaitkan dan mendiskusikan nubuat yang tadinya kurang dianggap penting
dari Kitab Weda agama Hindu, Zend Avesta dan Dasatir dari Persia, Kitab-kitab
Suci agama Buddha serta Mesir Kuno, Perjanjian Lama dan Baru dari Bibel. Beliau
telah menganalisa tiga ribu argumen yang tidak terbantah dan menandai bukti
kebenaran Nabi Suci Muhammad serta risalah Ilahinya. Dalam satu kata, buku ini
bisa disebut multum in parvo. Setiap Muslim yang mendambakan dalam hatinya
kecintaan serta penghormatan kepada Nabi Suci, dan setiap pencari kebenaran
yang lain, hendaknya memiliki buku ini; dan setiap dermawan serta orang-orang
yang berada, hendaknya demi kepentingan penyiaran Islam, menempatkan beberapa
buku ini di setiap perpustakaan yang besar di dunia.
Anda tertarik memiliki ebooknya, monggo didownload secara gratis.
0 komentar:
Posting Komentar